Prompt #18 Maafkan bunda
Sore itu aku tidak tahu apalagi penyebabnya lisa mengamuk kembali, Aku terbangun. Lisa yang tidur disampingku, meronta - ronta dan menjerit. Aku berlari keluar dari kamar. Sudah ada abi, dan pengasuhnya yang coba menenangkan lisa, namun pada saat seperti ini hanya aku, bundanya yang mampu menenangkan lisa.
" Ada apa nak ? " tanya bunda.
Lisa tidak menjawab. Hanya mata yang melotot tajam ke arah ku yang ku dapat.
" Mari sayang bunda peluk " seru ku lagi.
Aku berjongkok mendekatinya. Bukannya menyambut pelukanku lisa berlari dan menjauh dariku. Ini tidak seperti biasannya. Lisa selalu menyukai pelukanku.
" Ada apa ini? kenapa dengan anakku? "
Aku meyusul lisa ke kamar, ku dapati dia sedang mencoret-coret gambar yang kami buat tadi malam, betapa hatiku berdegup kencang. bahwa coretannya adalah tulisan.
" lisa tidak suka adik "
"bunda sayang adik"
" adik perut pergi dengan bunda "
tadi pagi memang aku dan suami pergi meninggalkan dia dengan pengasuhnya untuk check up ke dokter kandungan, aku urung membawanya karena lisa masih tertidur padahal aku menjanjikannya sejak tadi malam.
Maafkan bunda nak, karena telah mengingkari janji padamu.
Sebenarnya kata2 "tadi pagi memang aku dan suami pergi meninggalkan dia dengan pengasuhnya untuk check up ke dokter kandungan, aku urung membawanya karena lisa masih tertidur padahal aku menjanjikannya sejak tadi malam.
BalasHapusMaafkan bunda nak, karena telah mengingkari janji padamu." gak perlu di jelaskan...mbak..ini menurutku lho....mungkin yg lain bisa kasih masukan? Nyampe " adik perut pergi dengan bunda " kau rasa sudah tau pembaca...Alasan kenapa Lisa itu meronta dan menjerit....:)
hehehee, bagusnya g perlu dijelaskan lagi y mba. makasi ya masukannya.
Hapussebaiknya kata "Mata yang melotot tajam " diganti dengan " mata yang menatap tajam " gitu mungkin lebih kece kedengerannya...:)
BalasHapussalam kenal ya, jgn lupa mampir ke blog akyu..n ku udah follow blognya... selamat berteman :)
ohh iya yah melotot ga kece bgt bahasanya.heeheee jadi malu,
Hapusmakasi ya komentnya, mohon bimbingannya aq masi pemula bgt buat urusan tulis menulis gini. ini aja modal nekad, asli kepedean aja ikut2an acara gini. trus juga gaptek ga bisa follow balik blognya. aq belajar dlu ya..hehee..selamat berteman :)
kata ganti penuturnya tidak konsisten. kadang aku, kadang bunda.
BalasHapusmustinya kata 'bunda' sebagai pengganti 'aku' hanya muncul ketika 'aku' sedang bicara pada Lissa
masih perlu banyak perhatian untuk pemakaian huruf kapital dan tanda baca ya mbak. silakan baca2 di artikel kebahasaan di blog MFF
Iya makasi ya masukannya. kelak akan saya lebih perhatikan lagi tata cara penulisannya.
HapusBoleh..boleh akan saya baca2 artikelnya, tks infonya
Si Lissa nggak mau punya adik, Bunda nggak boleh hamil tuh :) O ya masih perlu dibenahi tanda baca & hrf kapitalnya ..
BalasHapushehehee...seprtinya begitu mbak, iya makasi ya komentnya.
HapusWah udah sampe yang ke 18 aja. Kapan tamatnya mbak?
BalasHapusMakasi ya sudah mampir, saya jg g tau kapan tamatnya...heheheeee
HapusEh, punya adik itu menyenangkan loh Lissa :D
BalasHapusiyaa tantee...
Hapussudah banyak masukan di atas yah :), terutama tentang kekonsistenan pencerita dan huruf kapital :). oiya, kalo menurutku, kan FF ini bagusan ada twist-nya, jadi tentang mau punya adik baru itulah twistnya :)
BalasHapusSalam kenal ya.. Sudah banyak yang kasih masukan di atas.. :)
BalasHapusTetap semangat!