Cari Blog Ini

Senin, 01 Juli 2013

Penantian

Selama hampir tiga puluh lima tahun, perempuan itu selalu duduk dengan takzim di beranda rumah setiap sore hari sampai dengan matahari tenggelam.

Rambutnya kini telah memutih, tubuhnya sudah kian lemah, namun sinar matanya masih sama. Sinar mata akan keyakinannya pada sebuah janji yang akan dipenuhi.

" Bu.. mari kita masuk sudah magrib." sambil menyelimuti bahunya dengan kain.

" Sebentar lagi nduk, bapakmu janji akan pulang hari ini. "